Asal-usul/Legenda Pekon

Pekon Jati Agung Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu dahulu merupakan hutan belukar dan rawa yang dibuka pertama kali oleh pendatang yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada Tahun 1932 Pekon Jatiagung di buka oleh pendatang yang berjumlah + 50 KK di pimpin oleh Kepala Tebang yang bernama Bapak TUBERAS dan membentuk suatu perkampungan.

Pada tahun 1932 wilayah Jatiagung menjadi Pekon yang dinamakan “PEKON JATI AGUNG” yang terdiri dari 3 ( tiga ) Dusun yaitu Dusun I ( Jatiagung ), Dusun II ( Margoroto ), dan Dusun III (Margosari).

Secara Geografis Pekon Jatiagung terletak pada kedudukan : Timur - Barat berada antara : 103º 40' - 105º 50' Bujur Timur Utara – Selatan berada antara : 6º 45' - 3º 45' Lintang Selatan dengan luas wilayah 306 Ha .

Dengan batas wilayah adminstratif sebagai berikut:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Way Tebu
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Pekon Ambarawa, Pekon Ambarawa Barat, Pekon Sumber Agung
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan Pekon Margodadi
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Pekon Tanjung Anom

Suku/Adat Penduduk Pekon Jati Agung komposisi : Jawa (99%), Lampung (0,6%), Sunda (0,4%), Batak (0%), Lain-lain (0%). Komposisi agama bahwa pemeluk Islam (98%), Protestan (0,4%), Katolik (0.6), Hindu (1,0%), Buddha (0 %). Pekon terbagi dalam 3 Dusun dan 6 RT.

Pekon Jati Agung pada awalnya  merupakan bagian dari Kecamatan Pringsewu Kabupaten  Lampung Selatan,beralih menjadi bagian dari Kecamatan Pringsewu Kabupaten Tanggamus,dan setelah adanya Pemekaran maka masuk menjadi bagian dari   Kecamatan Ambarawa Kabupaten Tanggamus dan pada saat ini Pekon Jati Agung merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu

Pekon Jati Agung mempunyai ciri khas tersendiri karena dipengaruhi oleh berbagai aspek geografi dan etnis.

Penduduk Pekon Jati Agung  terdiri dari  beberapa suku,yang sebagian sebagian besar   suku jawa ”transmigran” yang berasal dari Jawa Tengah dan jawa timur.Disamping itu ada sebagian masyarakat Pekon yang merupakan suku sunda,suku Palembang,Lampung dan suku Batak.

Pemerintah Pekon dengan mitra BHP selalu berupaya untuk membangun, menumbuh kembangkan potensi Pekon, Partisipasi dan upaya masyarakat guna terwujudnya Pekon yang maju, dengan harapan Pekon Jatiagung menjadi baik, indah dan nyaman.

Sejarah Pemerintahan Pekon

NAMA-NAMA LURAH/KEPALA PEKON

SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA PEKON JATIAGUNG

No

Periode

Nama Kepala Pekon

Keterangan

1

1934-1945

ARJO SENTONO

Definitif

2

1945-1967

SUMEJO

Definitif

3

1967-1968

HADI SARJONO

Pj.Kakon

4

1968-1978

SANROJI

Definitif

5

1978-1987

SAMIKIN

Definitif

6

1987-1989

SUPARI

Pjs.Kakon

7

1989-1990

WAGIMAN

Pjs.Kakon

8

1990-1998

SUPARI

Pjs.Kakon

9

1998-2000

M.SOLIHIN

Pjs.Kakon

10

2000-2002

SUTRISNO

Pjs.Kakon

11

2002-2008

M.AZIN

Definitif

12

2008-2014

M.SUBEHI

Definitif

13

JANUARI-MEI 2015

DALIMAN ISWANTO

PLT.Kakon

14

09 JUNI 2015-02 AGT.2016

AMAT SOBIRIN,Amd.Kom

Pj.Kakon

15

02 Agustus 2016 s.d 2022

PARYONO

Definitif

16

20 April - 20 Mei 2022

ISNAT YANUAR

Plt.Kakon

17

02 Agustus 2022 s.d Sekarang

PARYONO

Definitif

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image